Dalam upaya memperkuat Sinergi, Kolaborasi dan Koordinasi, jajaran manajemen Bandara A.P.T. Pranoto Samarinda yang dipimpin langsung oleh Kepala Bandara, Bapak I Kadek Yuli Sastrawan melakukan audiensi dengan Wali Kota Samarinda, Bapak Andi Harun di Gedung Balai Kota Samarinda. Pertemuan ini menjadi wadah untuk menyampaikan perkembangan layanan penerbangan, rencana pengembangan fasilitas bandara, upaya peningkatan keselamatan dan keamanan penerbangan serta upaya bersama dalam meningkatkan konektivitas udara yang bermanfaat bagi masyarakat serta peningkatan perekonomian khususnya kota Samarinda.


Wali Kota Samarinda, Bapak Andi Harun beserta jajaran menyambut baik kunjungan tersebut dan menyampaikan apresiasi atas peran Bandara A.P.T. Pranoto dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui pergerakan manusia dan barang. Beliau menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pengelola bandara untuk memastikan pelayanan yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi seluruh pengguna jasa penerbangan.


Dalam kesempatan itu, Bapak I Kadek Yuli Sastrawan, memaparkan empat poin strategis yang memerlukan dukungan Pemkot Samarinda yaitu pertama penerbitan aturan terkait larangan menerbangkan layang-layang, balon, balon udara, dan drone di Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan Bandara A.P.T. Pranoto, kedua penyediaan lahan untuk fasilitas sisi udara, ketiga penyediaan transportasi umum massal dari dan menuju kota Samarinda, dan keempat jalan alternatif dari dan menuju Bandara A.P.T. Pranoto. Selain itu juga disampaikan bahwa saat ini Bandara A.P.T. Pranoto dibuka sebagai bandara internasional dan dalam proses persiapan untuk pelaksanaannya.


Menanggapi hal tersebut, Bapak Andi Harun merespons positif dan menegaskan dukungan penuh. Menurutnya Bandara maupun Pelabuhan adalah urat nadi pertumbuhan ekonomi daerah. Upaya memperkuat sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan pelayanan bandara, menjamin konektivitas kota, membuka peluang peningkatan perekonomian, dan memposisikan Samarinda sebagai pintu gerbang perdagangan dan konektivitas internasional di Kaltim.