Apel Penutupan Posko Terpadu Pengendalian Transportasi Udara Natal Tahun 2025 dan Tahun Baru 2026 menjadi penanda berakhirnya rangkaian pengamanan dan pelayanan angkutan udara pada masa Nataru, sekaligus momentum untuk melakukan refleksi, evaluasi, serta apresiasi atas kerja bersama yang telah dilaksanakan selama periode tersebut.

 

Posko Terpadu Pengendalian Transportasi Udara Natal Tahun 2025 dan Tahun Baru 2026 telah dilaksanakan selama 18 (delapan belas) hari kalender, terhitung sejak tanggal 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, bertempat di Terminal Bandar Udara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto Samarinda. Selama periode penyelenggaraan

Posko Terpadu Pengendalian Transportasi Udara ini, arus penumpang secara umum berjalan aman, tertib, dan terkendali.


Berdasarkan data operasional, selama masa Nataru 2025/2026 telah dilayani sebanyak 43.467 penumpang, yang terdiri atas 22.653 penumpang keberangkatan dan 20.814 penumpang kedatangan. Dari sisi operasional penerbangan, tercatat 423 pergerakan pesawat udara, dengan rincian 212 pergerakan keberangkatan dan 211 pergerakan kedatangan. Selain pelayanan penumpang, selama masa Nataru 2025/2026 juga tercatat muatan kargo sebesar 190.765 kilogram, terdiri atas 19.372 kilogram kargo yang berangkat dan 171.393 kilogram kargo yang datang.


Jika dibandingkan dengan periode Nataru 2024/2025, kinerja operasional pada tahun ini menunjukkan peningkatan jumlah penumpang sebesar 4,7%, atau bertambah 1.970 penumpang. Selain itu, terjadi peningkatan pergerakan pesawat sebesar 14,3%, atau bertambah 53 pergerakan pesawat. Sementara itu, pada sektor angkutan kargo tercatat penurunan sebesar 25% atau berkurang 64.095 kilogram. Adapun hari puncak pergerakan penumpang baik kedatangan maupun keberangkatan terjadi pada (H-3) 22 Desember 2025, dengan jumlah 1.547 penumpang datang dan 1.527 penumpang berangkat.


Secara keseluruhan, seluruh rangkaian operasional penerbangan selama pelaksanaan Posko Terpadu Nataru 2025/2026 dapat berlangsung dengan lancar tanpa gangguan signifikan, serta tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kualitas pelayanan kepada pengguna jasa transportasi udara.


Capaian tersebut tidak terlepas dari sinergi dan kesiapsiagaan seluruh unsur yang terlibat. Selama masa posko, telah dilakukan pemantauan operasional penerbangan secara intensif, pengawasan keselamatan dan keamanan penerbangan, inspeksi terhadap  kesiapan sarana dan prasarana, serta koordinasi berkelanjutan dalam mengantisipasi potensi cuaca ekstrem maupun kondisi darurat lainnya. Upaya ini menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi udara.


Apresiasi dan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh personel dan instansi yang terlibat, antara lain personil Bandar Udara A.P.T. Pranoto – Samarinda, Polresta Samarinda, Kodim 0901/SMD, Pangkalan Udara TNI-AU Dhomber Balikpapan, Stasiun Meteorologi Kelas III Samarinda, Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Samarinda, Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kalimantan Timur, Perum LPPNPI Cabang Pembantu Samarinda, Semua Maskapai, Ground Handling, Koramil 0901-05 Samarinda Utara, KP3U Bandar Udara APT Pranoto, Polsek Sungai Pinang, DPPU Bandar Udara A.P.T. Pranoto dan instansi terkait lainnya. Dedikasi, kerja keras, dan sinergi yang telah ditunjukkan merupakan kunci utama keberhasilan pelaksanaan Posko Terpadu ini.